INILAH.COM, Jakarta - Peneliti di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore California mencari energi yang tak terbatas dari fusi nuklir. Untuk mewujudkan energi tanpa batas itu, dibutuhkan laser raksasa yang terdiri dari 192 laser besar dan mempunyai ukuran tiga lapangan sepakbola.
Pada 27 Maret 2009 laser yang bertempat di National Igniton Facility (NIF) tersebut sudah disertifikasi untuk dioperasikan oleh Departemen Energi Amerika.
Nantinya ketika sudah beroperasi pada 2010, laser tersebut akan mengantarkan energi 60 kali lebih besar dibandingkan laser-laser sebelumnya. Dan ketika 192 laser tersebut mengarahkan sinarnya ke gas hidrogen seukuran bola kecil akan menghasilan 2 juta joules bagian cairan.
Hasil tersebut meningkatkan kemungkinan untuk proses fusi energi atau membakar inti atom dari bahan bakar hidrogen dan menghasilkan reaksi thermonuklir. Jika eksperimen ini berhasil, ilmuwan memperkirakan akan terjadi ledakan seperti matahari mini dalam bola hidrogen. Energi yang dihasilkan akan lebih besar dari energi gabungan 192 laser dengan kapasitas maksimum.
Sukses atau tidaknya penemuan spektakuler ini adalah bagian dari potensi jangka panjang penggunaan sumber energi fusi nuklir yang aman dan secara virtual tidak akan habis.[ito]
Arif Wiwoho
Tampilkan postingan dengan label Instrumentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Instrumentasi. Tampilkan semua postingan
INDRA, salut...
Minggu, 2009 Mei 24
Radar Buatan Indonesia
Radar produksi anak negeri diluncurkan di Bandung, Kamis (30/4) bersamaan digelarnya sebuah seminar bertajuk Radar Nasional 2009. Peluncuran dilakukan bersama Pusat Penelitian Eletronika dan Komunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET LIPI) bekerjasama dengan Sekolah Teknik Elektro dan Inforatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) dan International Research Centre for Telecommunication and Radar Belanda.
Radar tersebut diberi nama INDRA (Indonesian Radar). INDRA sendiri adalah Radar pertama kali yang diproduksi oleh Indonesia. Sampai saat ini INDRA masih dalam pengembangan lebih lanjut agar bisa menyaingi radar-radar buatan luar negeri.
Radar buatan Indonesia ini mempunya keunikan dari beberapa radar yang sudah ada. Dengan menggunakan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FM-CW), konsumsi daya dan ukuran radar menjadi lebih kecil dari ukuran radar pada umumnya tanpa mengurangi keunggulan yang mengikuti perkembangan jaman.
Selain acara seminar yang diadakan oleh PPET LIPI ini, juga sebuah acara peluncuran produk radar buatan Indonesia. Dalam peluncuran radar buatan Indonesia terdapat dua buah produk Radar hasil litbang oleh anak bangsa yaitu Radar Pengawas Pantai dan Radar Navigasi Kapal.
Dalam seminar dan peluncuran radar buatan Indonesia yang pertama kali ini dihadiri staf ahli Menristek bidang hankam dan perwakilan TNI AU yabg diwakili oleh Marsekal Pertama TNI Wasito. Selain itu, turut hadir pula pembicara dari Belanda yaitu Prof Dr Ir Leo P Ligthart, seorang ahli Radar dari IRCTR-TU Delft.
Kita sebagai anak Indonesia bangga akan pencapaian ini dan kita harus mendukungnya. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti salah satu dari kita dapat membuat radar yg lebih canggih menyaingi buatan luar negeri sekalipun.
Radar Buatan Indonesia
Radar produksi anak negeri diluncurkan di Bandung, Kamis (30/4) bersamaan digelarnya sebuah seminar bertajuk Radar Nasional 2009. Peluncuran dilakukan bersama Pusat Penelitian Eletronika dan Komunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET LIPI) bekerjasama dengan Sekolah Teknik Elektro dan Inforatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) dan International Research Centre for Telecommunication and Radar Belanda.
Radar tersebut diberi nama INDRA (Indonesian Radar). INDRA sendiri adalah Radar pertama kali yang diproduksi oleh Indonesia. Sampai saat ini INDRA masih dalam pengembangan lebih lanjut agar bisa menyaingi radar-radar buatan luar negeri.
Radar buatan Indonesia ini mempunya keunikan dari beberapa radar yang sudah ada. Dengan menggunakan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FM-CW), konsumsi daya dan ukuran radar menjadi lebih kecil dari ukuran radar pada umumnya tanpa mengurangi keunggulan yang mengikuti perkembangan jaman.
Selain acara seminar yang diadakan oleh PPET LIPI ini, juga sebuah acara peluncuran produk radar buatan Indonesia. Dalam peluncuran radar buatan Indonesia terdapat dua buah produk Radar hasil litbang oleh anak bangsa yaitu Radar Pengawas Pantai dan Radar Navigasi Kapal.
Dalam seminar dan peluncuran radar buatan Indonesia yang pertama kali ini dihadiri staf ahli Menristek bidang hankam dan perwakilan TNI AU yabg diwakili oleh Marsekal Pertama TNI Wasito. Selain itu, turut hadir pula pembicara dari Belanda yaitu Prof Dr Ir Leo P Ligthart, seorang ahli Radar dari IRCTR-TU Delft.
Kita sebagai anak Indonesia bangga akan pencapaian ini dan kita harus mendukungnya. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti salah satu dari kita dapat membuat radar yg lebih canggih menyaingi buatan luar negeri sekalipun.
Listrik tanpa kabel ?
Intel Pamerkan Listrik Tanpa Kabel
Posted on Agustus 26, 2008 by sejati7
Kompas, Senin, 25 Agustus 2008 | 17:41 WIB
SAN FRANSISCO, SENIN – Pemanfaatan listrik tanpa kabel mungkin tak lama lagi digunakan pada alat-alat elektronika. Intel yang selama ini dikenal sebagai rajanya prosesor komputer telah memperkenalkan teknologi yang memungkinkan baterai ponsel atau laptop diisi ulang tanpa dicolokkan ke stok kontak.
“Mimpi untuk menyembunyikan sumber energi merupakan sesuatu yang menakjubkan,” ujar Justin Rattner, pejabat tinggi Intel. Teknologi tersebut didemonstrasikan dalam Intel Developer Forum yang berlangsung di San Fransisco baru-baru ini.
Intel menyebutnya WREL (wireless resonant energy link). Sebelumnya teknologi tersebut disebut WiTricity, kombinasi antara wireless (nirkabel) dan electricity (listrik).
Peneliti Intel Alanson Sample memperlihatkan bagaimana bola lampu 60 watt menyala meski tidak ditancapkan di fitting. Lampu tersebut dapat menyala karena mendapat sumber listrik yang berada satu meter di dekatnya.
Meski tak terhubung dengan kabel, listrik tetap dapat diguanakan dengan teknik yang disebut induksi magnet. Intel mengembangan teknologi yang pertama kali diperkenalkan Marin Soljacic, seorang fisikawan Institut Teknologi Massachusetts (MIT).
Cara kerjanya mirip dengan penyanyi yang berlatih vokal dengan gelas. Getaran yang dikeluarkan pita suara mengalir melalui udara dan diserap ruang udara di dalam gelas sehingga ikut bergetar.
Pada listrik, sumber energi dialirkan ke dalam antena untuk membentuk medan magnet di sekitarnya. Alat penerima yang dihubungkan ke alat-alat listrik akan menyerap energi dari medan magnet tersebut dan menyimpannya. Tingkat efisiensi energi yang berhasil diserap saat ini telah mencapai 90 persen.
“Tahap selanjutnya saya kira mencoba menggunakannya pada laptop dan ponsel sehingga kita harus memperkecil ukuran kumparan hingga seukuran alat elektronika tersebut,” ujar Sample. Intel memperkirakan teknologi tersebut baru mulai dikomersialkan paling cepat setelah lima tahun ke depan.
WAH
Sumber : BBC
Posted on Agustus 26, 2008 by sejati7
Kompas, Senin, 25 Agustus 2008 | 17:41 WIB
SAN FRANSISCO, SENIN – Pemanfaatan listrik tanpa kabel mungkin tak lama lagi digunakan pada alat-alat elektronika. Intel yang selama ini dikenal sebagai rajanya prosesor komputer telah memperkenalkan teknologi yang memungkinkan baterai ponsel atau laptop diisi ulang tanpa dicolokkan ke stok kontak.
“Mimpi untuk menyembunyikan sumber energi merupakan sesuatu yang menakjubkan,” ujar Justin Rattner, pejabat tinggi Intel. Teknologi tersebut didemonstrasikan dalam Intel Developer Forum yang berlangsung di San Fransisco baru-baru ini.
Intel menyebutnya WREL (wireless resonant energy link). Sebelumnya teknologi tersebut disebut WiTricity, kombinasi antara wireless (nirkabel) dan electricity (listrik).
Peneliti Intel Alanson Sample memperlihatkan bagaimana bola lampu 60 watt menyala meski tidak ditancapkan di fitting. Lampu tersebut dapat menyala karena mendapat sumber listrik yang berada satu meter di dekatnya.
Meski tak terhubung dengan kabel, listrik tetap dapat diguanakan dengan teknik yang disebut induksi magnet. Intel mengembangan teknologi yang pertama kali diperkenalkan Marin Soljacic, seorang fisikawan Institut Teknologi Massachusetts (MIT).
Cara kerjanya mirip dengan penyanyi yang berlatih vokal dengan gelas. Getaran yang dikeluarkan pita suara mengalir melalui udara dan diserap ruang udara di dalam gelas sehingga ikut bergetar.
Pada listrik, sumber energi dialirkan ke dalam antena untuk membentuk medan magnet di sekitarnya. Alat penerima yang dihubungkan ke alat-alat listrik akan menyerap energi dari medan magnet tersebut dan menyimpannya. Tingkat efisiensi energi yang berhasil diserap saat ini telah mencapai 90 persen.
“Tahap selanjutnya saya kira mencoba menggunakannya pada laptop dan ponsel sehingga kita harus memperkecil ukuran kumparan hingga seukuran alat elektronika tersebut,” ujar Sample. Intel memperkirakan teknologi tersebut baru mulai dikomersialkan paling cepat setelah lima tahun ke depan.
WAH
Sumber : BBC
Langganan:
Postingan (Atom)
Arti Nama
Jenengku 石川 Ishikawa (stone river) 利津 Ritsu (beneficial haven).
Temokno jeneng jepangmu!
Created with Rum and Monkey's Name Generator Generator.
